Kamis, 08 April 2010

perkembangan peserta didik


PERANAN KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN AWAL PESERTA DIDIK

PERANAN KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN
AWAL PESERTA DIDIK


Perkembangan merupakan suatu proses yang menggambarkan perilaku kehidupan sosial psikologi manusia pada proses yang lebih luas dan kompleks. Oleh Havighurst dalam Hartono dan Sunarto (2002) menyatakan bahwa perkembangan tersebut sebagai tugasyang harus dipelajari, dijalani, dan dikuasai oleh setiap individu dalam perjalanan hidupnya, atau dengan perkataan lain perjalanan hidup manusia ditandai dengan berbagai tugas perkembangan yang harus ditempuh.
Diakui bahwa organisme manusia sangatlah kompleks, demikian pula factor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhinya (orang, obyek, situasi, dan kondisi). Kompleksnya interaksi tiap individu dengan lingkungannya akan menggambarkan banyak jenis pengalaman yang berbeda-beda yang pada gilirannya akan bisa mengubah intensitas nilai tehadap dirinya dan terhadap orang lain. Kenyataan ini semakin terasa dalam struktur masyarakat dewasa ini. Misalnya, interaksi orang tua dan anak di lingkungan keluarga, guru dan murid di sekolah, manajer dan karyawan diperusahaan, dokter dan pasien di rumah sakit, pedangan dan pembeli di pasar danlain-lain.
Seorang anak sudah melihat sejak lahir. Seorang anak sudah dapat berkomunikasi sejak lahir dengan menangis, ekspresi muka dan gerakan-gerakan. Oleh karena itu, sejak lahir sebaiknya paraorang tua diberi keterampilan untuk mengembangkan perkembangan anak, dengan membantu orang tua agar lebih tanggap dan melakukan komunikasi dengan anak.
Pengaruh keluarga terhadap perkembangan awal anak sangat penting karena disinilah awal mula dari pendidikan anak yang mana orang tua sebagai guru, anak akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya untuk membentuk kepribadian anak.
Menurut Idris dan Jamal (1992), peranan orang tua dalam mendidik anak adalah memberikan dasar pendidikan, sikap, watak, keterampilan dasar seperti pendidikan agama, budi pekerti, sopan-santun, estetika, kasih sayang, rasa aman, dasar-dasar mematuhi peraturan, serta menanamkan kebiasaan-kebiasaanyang baik dan disiplin.
Telah perubahan sosial budaya yang terjadi dewasa ini menyebabkan perubahan dalam semua aspek kehidupan bermasyarakatan termasuk keluarga.
Hawari dalam Syamsu (2001 ; 36) mengemukakan, bahwa perubahan-perubahan yang serba cepat sebagai konsekuensi globalisasi, modernisasi, industrialisasi, dan iptek telah mengakibatkan perubahan pada nulai-nilai kehidupan sosial dan budaya. Perubahan itu antaralain pada nilai moral, etik, kaidah agama dan pendidikan anak di rumah, pergaulan dan perkawinan. Perubahan ini muncul, karena pada masyarakat terjadi pergeseran pola hidupyang semula bercorak sosial religius ke pola individual materialistis dan sekuler. Salah satu dampak perubahan itu adalah terancamnya lembaga perkawinanyang merupakan lembaga pendidikan dini bagi anak dan remaja. Dalam masyarakat modern, telah terjadi perubahan dalam cara mendidik anak dan remaja dalam keluarga. Misalnya, orang tua memberikan banyak klonggaran dan “serba boleh” (greater permissivness) kepada anak dan remaja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar